Archive for the ‘Motivate’ Category

The mind of the criminal; the Cycle of Sin

Thursday, August 13th, 2009

“I am guilty of a crime.

“I have no excuse but to say that I am guilty of it. This I cannot deny. What ever it is, even though to others I may lie, but to myself… I cannot deny.

“Yet… I feel so ashamed of myself that I am afraid to meet Him. To ask forgiveness from Him. Too ashamed to utter the words for begging forgiveness.

“Why? Because I have begged forgiveness before… Yet I trangressed yet again.

“I begged again. But again I fell victim to my desires and flaws.

“And again, and again, and again I begged. In all… I broke my promises. In all I broke and disregarded my repentance.

“So now… I am ashamed. So thoroughly ashamed of myself, that I cannot face Him any longer.

“I begin to turn my face away.

“To distract myself of ever facing Him. Although deep, deep, down in my heart, I know… That He is ever-knowing of the state of my soul.

“I cry in this mind of mine, seeing no hope… But to seek forgiveness that is so often and so quickly forgotten…

“What hope is there in offering what one cannot give truly?

“What hope is there for one such as me?

“And thus I fall further into the abyss of sin…

“Without any foreseeable way out. The cycle of sin.”

What similarities can you see the above monologue to your own life?

Do you often feel that in your life, you often go back upon your repentance to God?

You repent. Yet not long after, you repeat the same mistake…

You repent again. Yet in not-so-far a future, you find yourself unable to resist the same mistake. Again…

You repent yet again. You start to fear that your repentance may not last long. You begin to become paranoid of yourself. Then you do it again.

Then you give up. You say to yourself, “In myself, I see no hope of ever becoming good. How can I? Even promises to myself and God, I am not able to keep. No human would accept a promise from a person who breaks his a hundred times. So surely God would be angry with me.”

Then you fall into despair and you begin a chain of destructive behaviour.

You know what you do benefits you not. You know this very well. You need not anyone else telling you this. For you are the one who did this to yourself. But what else can you do?? For you have tried and tried to change and be better, but all your attempts have failed and failed! What else can you do?!

You see… I know this train of thought. It has happened to me quite often. Yet, alhamdu LILLAH, by His grace, I have not been flung into an irreversible chain of behaviour.

Always remembering that ALLAH is The Most Forgiving (al-’Afuw) helps me. It breaks thr thought when it comes to:

No human would accept a promise from a person who breaks his a hundred times. So surely God would be angry with me.

It helps even more to know the ayaats of the Qur’an that gives ALLAH’s assurance that he accepts the repentance of his servants.

“O our Sustainer! Make us surrender ourselves unto Thee, and make out of our offspring a community that shall surrender itself unto Thee, and show us our ways of worship, and accept our repentance: for, verily, Thou alone art the Acceptor of Repentance, the Dispenser of Grace!

(translation of al-Qur’an by Asad, Surah al-Baqarah:128)

So… Never give up hope that ALLAH would forgive you. If you make a mistake, repent. You do it again; then repent again. Never submit to the cycle. Repent, repent, and repent until you finally leave the sin behind.

I know… It’s hard. But then that is what this life is isn’t it? A test. A test that isn’t hard is not worth taking.

KBM SMK Bintulu

Saturday, March 28th, 2009

“Hargailah pemberian sesiapa sahaja walaupun sekelumit…” ujar Pak Long, menggalakkan anak-anak buah KBM kami untuk tampil ke hadapan berkongsi kisah.

“Saya memohon maaf sekiranya saya berkasar…” ucap seorang pelajar Kasih SMK Bintulu ini dengan penuh rasa insaf dan berharap dimaaf.

“Di sini saya ingin meminta maaf, kalau saya ada terkasar bahasa.” Pengerusi PPI SMK Bintulu.

Itulah antara beberapa patah kata yang diucapkan peserta baru beberapa ketika yang lalu.

Kami kini sedang mengendali slot In-Team KBM untuk adik-daik yang begitu kami kasihi dan sayangi. Begitu sekali kami memujuk dan merayu mereka untuk berkongsi. Betapa mengawal dan memujuk manusia ini merupakan satu kemahiran tersendiri.

Laa Tahzan

Thursday, November 20th, 2008

Ini buat rakan-rakanku yang berasa sedih mahupun kecewa. 

Sahabat, ingat tak suatu ketika dahulu, ALLAH mencipta kita…

Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuku darah beku lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging; kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang; kemudian Kami balut tulang-tulang itu dengan daging. Setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk ia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya. Maka nyatalah kelebihan dan ketinggian Allah sebaik-baik Pencipta. (Mafhum Surah al-Mukminuun: 14 - link)

…dan sungguh dia menciptakan kita sebaik-baik kejadian.  Lengkap segalanya. Tangan kita. Kaki kita. Mulut kita. Lidah kita. Ya, bahkan kalbu dan perasaan kita seluruhnya Dia ciptakan. 

Dialah yang melengkapkan diri kita dengan perasaan. Gembira. Riang. Ceria. Semuanya penghias jiwa. Tanpa semua perasaan itu jiwa yang tak mampu merasai kehidupan ini. Kita tak mampu simpati pada sahabat kita. Kita tak mampu menyangi keluarga kita. 

Tetapi denganya juga kita rasa derita. Kita sedih.  Kita rasa kecewa. Kita terasa siksa jiwa yang diruntun ujian demi ujian. 

Kenapa Dia ciptakan perasaan ini? Pastinya bukan untuk menyiksa sanubari kita. Seharusnya lebih tepat sebagai pendidik buat kita. Kita lupa mudah lupa apa yang kita senang dan selesa dengannya. Tapi kita akan ingat pelajaran dari keperitan dan kepayahan. 

Sahabat, sememangnya ALLAHlah yang menciptakan perasaan kecewa. Tapi tidaklah Dia membebankan penyebab kecewa itu lebih dari apa yang mampu kita tanggung. Bahkan Dia sebutkan dengan kalamNya yang suci…

Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Dia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya dan dia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya… (Mafhum Surah al-Baqarah: 286 - link)

…bahkan dia ajarkan juga do’a untuk kita pohonkan padaNya tatkala terasa beban yang kita bawa…

…(Mereka berdoa dengan berkata): Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir.  (Mafhum Surah al-Baqarah: 286 - link)

Sahabat… Ketahuilah, sesudah kesusahan itu kesenangan. ALLAH tidak menciptakan kesusahan, melainkan setelah kita mengharunginya ada kesenangan. Bukan itu sunnahNya? 

Oleh itu, maka (tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan, (sekali lagi ditegaskan): Bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan. (Mafhum Surah al-Insyirah: 5-6 - link)

Sahabat. Tatkala engkau bersedih… Ingatlah ALLAH. Bertaubatlah. Mohonlah keampunan. Barangkali ada dosa yang kita lakukan yang menyebabkan gundah. Gusar. Hati tidak tenteram. 

Mohonlah sesungguh-sungguhnya kepadaNya. Hadapkan keperluan dan perhatian kau padaNya. Bukakanlah jiwa dan raga kau pada Dia Yang Maha Pendengar. 

Solatlah sekhusyuknya. Ingatlah Dia jua al-Qadir. Yang Maha Menentukan. Harapkan sebaik, insyaALLAH Dia kan memberikan kebaikan buatmu. 

…Ketahuilah dengan “zikrullah” itu, tenang tenteramlah hati manusia. (Mafhum Surah ar-Ra’d: 28 - link)

Sahabat. Jalan ALLAH jualah jalan yang membawa ketenangan. Bukankah apabila bersandar pada sesuatu yang kuat itu mendatangkan perasaan tenteram? Bahkan ALLAHlah sebaik-baik sandaran, lantaran Dialah yang Paling Perkasa (al-’Aziz), juga Paling Kuat (al-Qawiy) serta dia jugalah yang Empunya Kemuliaan (Dzul Jalaali Wal-Ikraam). 

Sahabat. Tegaskanlah keyakinanmu dengan ALLAH. Usahlah engkau bersedih… 

Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan berkata: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul, akan turunlah malaikat kepada mereka dari semasa ke semasa (dengan memberi ilham): Janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) dan janganlah kamu berdukacita dan terimalah berita gembira bahawa kamu akan beroleh Syurga yang telah dijanjikan kepada kamu. (Mafhum Surah Fussilat:30 - link)

…kerana apabila kita teguh iman dan cukup taqwa, malaikat ALLAH akan turun buat kita memujuk kita! Bukankah itu perkara yang menggembirakan? Bahkan janji syurga itulah kesenangan yang paling hebat dari ALLAH subhanahu wataala. 

Akhir kata. Sahabat, bergembiralah. Ukirlah senyuman pada mukamu. Hilangkanlah gusar di hatimu. Kerana kita adalah insan Muslim dan Mu’min yang bertaraf ummah yang terbaik di muka bumi ALLAH ini! 

Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji) serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman) dan kalaulah Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) itu beriman (sebagaimana yang semestinya), tentulah (iman) itu menjadi baik bagi mereka. (Tetapi) di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka orang-orang yang fasik. (Mafhum Surah Ali ‘Imran: 110 - link)

Unwritten

Wednesday, July 16th, 2008

I love this song!

Before you jump to any conclusions, jump first to my commentary.

Unwritten

Singer: Natasha Bedingfield

I am unwritten, can’t read my mind, I’m undefined
I’m just beginning, the pen’s in my hand, ending unplanned

click here for full lyrics


My Commentary

How often have you felt down? How often have you felt that you failed so miserably? How often do feel so useless that you wonder at your own purpose in life?
(more…)